Image and video hosting by TinyPic le libéralisme amour

kamu itu sesuatu…..yang hilang.

Ketika aku takut.. Ketika aku takut kalau setiap pertemuan adalah yang terakhir. Ketika aku takut dan menangis dalam pelukmu….

Kau selalu berkata dengan suara khas itu. Suara rendah yang menenangkan.. “Aku nggak kemana2.. Kita pasti ketemu lagi kok. Jangan nangis ya..” Sambil melengkungkan senyum. Itulah wajah terakhir yang kulihat. Aku merindumu sayang :’(

Tuhan mengakhiri untuk ku akhiri. Yang termanis meninggalkan dosa dan kenangan… Kebebasanku lepas dari malaikat sepertimu.

Tuhan mengakhiri untuk ku akhiri. Yang termanis meninggalkan dosa dan kenangan… Kebebasanku lepas dari malaikat sepertimu.

aku memang jalang. mudah jatuh cinta dengan siapapun. tapi tidak mudah bercinta sepertimu! #fiksimini

“ur like my own personal brand of heroine…” yes I admited it. ur addictive!!!!

baru kamu yang bisa bikin darahku mendidih. entah ini hasrat untuk melumpuhkan atau membunuhmu…

aku ingin kita menyatu (lagi). bukan kebersamaan status atau keegoisan yang posesif. aku ingin kita menyatu (selalu). berbaur bersama udara ruang hangat sebuah cinta. bercinta bersama waktu. bercumbu malu bersama kalimat jiwa. memuaskan hasrat rindu yang tersembunyi. aku inginkanmu! sungguh!!! detik ini juga! temui aku di tempat rahasia kita.

panggung karma

Hey masa lalu. Aku mencintaimu sampai detik ini.

Apa kau masih ingat aku? Ah, tentu saja kau masih ingat. Bukan, bukan sebagai orang yang pernah kau cintai. Mungkin sebagai musuh! Benar? Aku bisa membaca itu dari kalimat-kalimat lalumu.

Oke, aku tidak akan ungkin apapun tentang kita. Cerita kita sudah lama berlalu. Ceritaku pun akan segera berlalu. Dan kurasa kini giliranmu bercerita.

Kau akan bermain dengan luka pertamamu. Cinta yang akan mengkhianatimu. Cinta yang akan membunuhmu.

Kau akan jatuh, sayang.. Kau akan menjadi gila! Kau akan lemah, sekarat! Dan mati.

Karma sudah lama mengincarmu. Dan kau sadari itu bukan? Sama sepertiku, kau pun menunggu saat itu datang.

Nikmati saja, sayang..
Aku manusia. Aku bukan putih ataupun hitam. Aku akan diam. Aku tidak akan tertawa. Aku bukan makhluk menjijikan yang hidup di pikiranmu! Nikmati saja hujanmu sekarang. Kau artisnya! Dan aku satu-satunya penonton yang akan melihat drama mu sampai akhir pertunjukkan.

Have fun!

I love you with my way.